BAB II PERAKITAN PRODUK (TAHAP III)

3. Metode Keseimbangan Lintasan

  a. Metode Bobot Posisi


    Metode bobot posisi sering dikenal pula dengan pendekatan Helgeson – Birnie. Metode

ini dikembangkan oleh W.B. Helgeson dan D.P Birnie pada tahun 1961 dan merupakan

metode heuristic yang paling awal dikembangkan. Metode ini merupakan gabungan

antara metodeLargest – Candidate rule dan metode Killbridge and waster. Pada

prinsipnya metode bobot posisi memperhitungkan nilai bobot posisi ( ranked positional

weight), dan elemen yang memiliki bobot posisi terbesar diletakkan pda urutan teratas.

 

        b. Metode pendekatan wilayah

    Metode pendekata wilayah dikembangkan oleh Bedworth . Metode ini merupakan

pengembangan dari pendekatan Helgeson – Birnie ( metode bobot posisi), Mansor dan

Killbridge and wester. Pada prinsipnya metode ini berusaha membebankan terlebih

dahulu pada operasi yang memiliki tanggung jawab keterdahuluan yang besar.

 

        c. Metode Largest Candidate Rule

    Metode Largest Candidate Rule adalah metode yang mengurutkan elemen kerja

berdasarkan lamanya waktu operasi.

 

        d. Metode keseimbangan lintasanTerkomputerisasi

    Beberapa metode lintasan komputerisasi yang sudah banyak diterapkan , yaitu sebagai

berikut: 

COMSOAL ( Computer Methode of sequencing Operation For Asembbly Lines) meskipun bukan metode computer pertama yang dikembangkan namun metode ini cukup dipertimbangkan untuk mengatasi persoalan keseimbangan lintasan dibandingkan dengan metode sebelumnya

 

CALB ( Computer Assembly Line Balancing) , CALB dapat digunakan pada lintasan tunggal maupun campuran

 

ALPACA ( Assembly Line Planning and Control), merupakan metode pertama kali dikembangkan oleh General Motors pada tahun 1967.





sebagai tugas pembelajaran kali ini, silahkan klik link berikut https://kewirausahaanridartaintan.blogspot.com/2020/09/tugas-bab-ii-perakitan-produk-tahap-iii.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROSES PRODUKSI MASAL

PERENCANAAN PRODUKSI MASAL

BAB III PENGUJIAN DAN EVALUASI PRODUK (TAHAP 1)